Satu kata, dua kata, tiga kata yang mereka ucap itu sangat berharga bagi kami. Banyak Guru zaman sekarang yang hanya ingin meningkatkan jabatan, meningkatkan gaji ,berlomba-lomba mencari pangkat, sehingga kami sebagai peserta didik pun merasa ketidaknyamanan seorang Guru yang tidak memikirkan tentang baku mutu pendidikan.
Seorang Pepatah pernah berkata "Guru kencing berdiri Murid kencing berlari" jika Guru berbuat kejelekan maka kejelekan itu akan ditiru mungkin lebih dari itu. Guru menurut orang jawa berasal dari kata "Gugu dan Tiru" yang artinya diperhatikan dan ditirukan. Saya sebagai salah satu pelajar di Indonesia khususnya Yogyakarta ingin sekali kualitas Guru lebih diperhatikan, pemerintah lebih selektif untuk memilih PNS "Guru" (yang berhubungan dibidang pendidikan), pemerintah lebih efisiensi dalam hal kurikulum di Indonesia, menstabilkan mutu pendidikan dan juga mempermudah administrasi untuk sekolah 9tahun mungkin 12tahun karena banyak para kepala keluarga yang tidak mampu membiayai anaknya untuuk bersekolah hal ini lah yang menjadi kelemahan Indonesia karena setiap anak di Indonesia adalah senjata bagi negara Indonesia itu sendiri.
Sarjana Muda, itulah salah satu cita-cita saya, berawal dari seorang Guru yang Istiqomah mengajar anak didiknya, mengayomi, mengasih. Bukan hanya sekedar mengajari suatu ilmu pendidikan kurikulum tetapi mengajari suatu tata perilaku kehidupan yang baik, mengenalkan sesuatu yang baru atau kreatif, sistem pengajaran bukan membaca, mengerjakan tugas, kemudian ulangan tetapi memahami peserta didik, melantunkan syair jika perlu, mengajak peserta didik untuk bereksplorasi sendiri dengan karyanya, dll
Harapan besar adalah pada Para Pengajar atau Guru, kalianlah yang membawa bangsa ini terbang kemana sehingga kelak akan ada pengganti untuk menerbangkan bangsa ini lebih jauh dan tinggi seperti harapan dan cita-cita saya terhadap Indonesiaku ini.

0 comments:
Posting Komentar
Tolong Komentarnya sobat